Monday, October 6, 2014

Robin Williams Menerima Buku

Robin Williams Menerima Buku


Cerita ini terjadi beberapa tahun yang lalu, saat saya berada di Taman Union Square, di daerah pedalaman San Francisco, mendistribusikan sejumlah buku. Sebuah festival seni sedang berlangsung, dan saya menyelinap keluar-masuk areal taman untuk menghindari dipergoki oleh petugas keamanan.
Sekitar pukul 10:30 saya melihat sesosok wajah yang sangat familiar melintas bersama keluarganya. Ternyata orang itu adalah Robin Williams, seorang aktor dan komedian terkenal Amerika. Untuk bisa mendapatkan perhatiannya, saya mengibas-ngibaskan buku-buku yang sedang ada di tangan saya dan melambai-lambaikannya di dekat wajahnya saat ia berjalan menuju arah saya berdiri.
Terlihat agak kaget, ia pun tersenyum ke arah saya. Saya langsung berkata, “Coba katakan apa yang Anda lihat ini, dengan cepat.”
“Yang saya lihat buku—tapi Anda pasti tidak akan menyebutnya sekedar buku, kan?”
“Benar. Yang sedang saya perlihatkan kepada Anda adalah kunci untuk menyelami masa lampau, masa kini, dan masa depan. Dan dengan menggunakan kunci ini, Anda dapat menyingkirkan segala kecemasan.”
“Anda punya keahlian improvisasi yang bagus. Anda semestinya jadi pengabar kitab suci.”
“Nah, saya ada di sini untuk jadi teman Anda saja. Saya fans berat karya-karya [film] Anda dan sangat terkesan dengan “Ke Mana Mimpi Dapat Membawa Kita” ("What Dreams May Come"). Vibrasinya sangat bagus, dan saya sangat mengapresiasi kedalamannya. Apakah Anda menikmati memerankannya?”
“Ya. Itu membuat saya mulai memandang dunia dengan cara yang berbeda.”
“Well, inilah langkah berikutnya, kawanku. Perasaan saya mengatakan bahwa dengan membuat film itu menjadikan Anda haus akan hal seperti ini.”
Kemudian saya perlihatkan lima buku kepadanya: Di Luar Kelahiran dan Kematian, Rasa Yang Lebih Tinggi, Kesempatan Kedua, Bhagavad-gita, dan Prabhupada Lilamrta. Ia terpesona melihat gambar-gambar sampulnya dan ingin tahu harga buku-buku tersebut.
“Berapa saja yang menurut Anda layak sebagai nilai dari buku-buku ini,” Jawab saya. “Sebenarnya saya tidak memasang harga untuk sesuatu yang transenden seperti ini, sehingga saya tidak tahu berapa harganya. Setulus hati Anda saja lah.”
Kelihatannya ia senang mendengar jawaban saya, karena kemudian ia berkata, “Saya apresiasi kejujuran Anda. Ada sifat ketulusan sejati pada diri Anda. Saya ambil buku-buku ini.”
Saya menyerahkan kepadanya lima buku itu dan ia memberi saya lembaran lima puluh dollar. Saya mengucapkan terimakasih atas rasa ketertarikan yang ia perlihatkan dan berkata, “Terima kasih. Semoga ini bermuara pada karma yang baik. Mohon bersedia mengucapkan mantra ini demi mendoakan diri saya. Anda mau kan?
Ia menjabat tangan saja dan saya berkata kepadanya, “Itulah nyawa saya, dan saya akan mengucapkannya juga untuk mendoakan Anda.”
Pelayan Anda, Bhakta Rock
http://iskconbookdistribution.com/robin-williams-gets-books/

Friday, January 10, 2014

Bhagavad Gita

December 13, 2013 via mobile
near Sanoer

Sambil makan sate, sambil baca
Bhagavad Gita, ibu yg sama ptrinya ini senangnya bukan kepalang ketika mendapatkan Bhagavad Gita menurut aslinya, tentu penjelasan yg pling menarik hati si ibu, smoga semakin banyak penyembah yg terketuk hatinya tuk membagikan nectar Bhagavad Gita kpd saudara2 kita yg masih menungguNya, all glories to SP ki jay!!!

Tokyo train station & Bhagavad-Gita

Tokyo train station,waktu turun dari kereta,tangan ini sudah gatel tuk ngasi orang2 disana buku Prabhupada, waktu itu pas ketemu seorang Sumo muda, langsung kami ngomongin spiritual, dan langsung mister Sumo tak kasi buku, happy sekali bliau dan janji pasti akan membacaNyA, makanya buku2 slalu harus ada bersama kita, jay Srila Prabhupada kijay!!!!!! 
 
 

Marathon memang tlah usai, smoga marathon kali ini memberikan banyak inspirasi

 
Marathon memang tlah usai, smoga marathon kali ini memberikan banyak inspirasi dan semangat tuk terus menerus melakukanya, tdak berhenti sampe disini, karena marathon artinya terus menerus, smoga Sri Gauranga Maha Prabhu dan sri Guru, terus menerus memberikan kesempatan pada kita, sehingga kita slalu bisa berada pada pelayanan yang suci, smoga.

 

Sebelum lomba, adik ini minta dibeliin Bhagavad-gita, khusuk membacaNyA.

Sebelum lomba, adik ini minta dibeliin Bhagavad-gita, khusuk membacaNyA.


 
 

spg & Bhagavad-gita

December 7, 2013 via iOS

sankirtan book, petitenget kuta


semangat orang orang mendapatkan bhagavad gita

January 7 via iOS

semangat orang orang mendapatkan bhagavad gita di pura peti tenget krobokan, padasaat piodalan dipura itu.satu bulan yang lalu. cobak kita lihat senyum mereka, mereka bahagia sekali pegang bhagavad gita.

mereka kusuk baca bhagavad gita sampai sampai mereka lupa jualan

January 7 via iOS

cobak kita lihat pedagang sate, mereka kusuk baca bhagavad gita sampai sampai mereka lupa jualan. hare krishna.

bliao juga harus punya bhagavad gita

January 7 via iOS

tidak kalah juga, jeromangku di pura masceti gianyar bliao juga harus punya bhagavad gita, untuk bekal ngayah di pura kata bliao.


buku ini bisa merubah nasib saya

January 7 via iOS

lagi lagi dagang sate, kata bliao. dari dulu saya nyari nyari bhagavad gita baru ketemu mundah mudahan buku ini bisa merubah nasib saya. pastilah.

pegusaha muda tertarik dengan 2 buku srimad bhaghgavatam

January 7 via iOS

pegusaha muda tertarik dengan 2 buku srimad bhaghgavatam sama bhagavad gita. ujarnya, saya ingin tambah cerdas. dijamin.